Selasa, 03 Februari 2026

Pekerjaan Pertama

     Menjadi anak rantau mengajarkanku banyak hal, mengajarkanku caranya bangkit sendiri, mengatur keuangan sendiri, dan banyak hal lain lagi yang harus aku lakukan sendiri. Di perantauan ini aku merasakan rasanya gemetar menahan perut yang sudah lapar sejak siang tadi. Aku menyadari ternyata makanan yang dulu aku anggap biasa saja, saat dirantau justru harta yang berharga.

    Hari itu bertepatan dengan hari kamis dimanah aku sedang puasa, karna tidak ada makanan untuk berbuka puasa aku memberanikan diri melamar pekerjaan menjadi waiters di rumah makan di dekat kampusku. Aku bekerja dari jam 10 pagi sampai azan maghrib. Aku menikmati pekerjaan itu, aku melayani pembeli, membuat minuman, membersihkan meja, mencuci piring, menghangatkan makanan dan memotong bawang dan cabai. Aku menjalaninya dengan senang hati, karna dari sini aku banyak mengetahui bumbu-bumbu dapur dan juga aku mendapatkan banyak pelajaran berharga. 

    Ternyata saat kita menjadi seorang yang menurut orang lain pekerjaannya tidak ada harganya, kita akan diperlakukan sebelah mata. Banyak sekali orang yang sombong, angkuh dan merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain, dan ada juga orag yang baikkk sekali. Dari pekerjaan ini juga aku baru menyadari ternyata perjuangan menjadi seorang ayah itu tidak main-main. Kamu tau rumah makan tempatku bekerja ini dekat sekali dengan proyek pembangunan. Aku melihat banyak sekali bapak-bapak yang makan secukupnya demi bisa dikirim ke keluarganya di desa, banyak bapak-bapak yang memilih makan satu kali sehari, berjalan jauh asal bisa menyisihkan uangnya demi keluarga. 

    Awalnya aku mengira hidupku saja yang berat, tapi saat aku bekerja menjadi pelayan di rumah makan ini aku baru sadar bahwa banyak yang lebih susah hidupnya dari kita. Tapi mereka tidak berisik mereka diam dan menikmati hidupnya dengan hati yang ikhlas. 

    Entah muncul keinginan dari mana ada rasa pedih dalam hatiku, aku ingin sekali menjadi kaya raya, setidaknya hartaku itu bisa aku manfaatkan untuk membantu orang-orang yang kelaparan seperti aku saat ini mahasiswa yang kelaparan, para pekerja yang tak di gajih, para ayah yang berjalan jauh demi mendapatkan kosan yang murah, para ibu yang menahan rasa malu mencari botol demi sesuap nasi untuk anaknya. Dan masih banyak lagi kisah menyedihkan dibalik kurangnya harta.

    Dari pengalaman bekerja ini aku belajar caranya bersyukur dan belajar bahwa saat kita memiliki banyak harta usahakan membantu orang lain, karna di setiap harta kita ada rezeki mereka yang ALLAH SWT titipkan melalui kita. Ya Allah Ya Tuhanku jadikan hambamu ini orang yang kaya, kaya harta, kaya ilmu dan kaya akan hati. Agar kelak dengan kekayaan itu banyak orang yang terbantu aamiin.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Foto Random

   FOTO-FOTO INI AKU DOKUMENTASIKAN UNTUK BEBY WULANSUCI DAN HANYA BEBY SENDIRI YANG TAU ARTINYA. AKU MENCINTAIMU SANGAT MENCINTAIMU. JIKA...