Rabu, 07 Januari 2026

Ramadhan

     Ini puasa keduaku di tanah rantau, puasa kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Karena di tahun ini aku bisa berpuasa dengan adik, dan ibuku. Dan tahun ini aku diberi kesempatan untuk mengajari anak-anak TPQ. Kegiatan ini kami mulai dari pembukaan, pembacaan doa, perkenalan, kisah inspirasi, materi cara mencuci tangan yang baik dan benar, games dan ditutup dengan renungan. 

    Selama kegiatan ini syukurnya tak ada kendala, anak-anak menikmati pematerian yang aku dan teman-teman berikan dengan baik, meskipun ada sebagian yang ketiduran heheh. Kemudian tak terasa azan maghrib berkumandang. Kami akhirnya berbuka bersama dan kemudaian diakhirni dengan shalat maghrib berjamah.

    Terima kasih ibu K dan teman-teman semua yang sudah memberikanku kesempatan untuk mengajari adik-adik di TPQ dan memberikan pengalaman yang berkesan bagiku untuk puasa kali ini.


   Selama puasa kali ini, aku tidak hanya mengajar di TPQ tetapi juga mendapatkan pengalaman yang sangat berharga yaitu mengenal orang-orang baru yang tinggal disekitar kosanku. Karena kosanku berdekatan dengan masjid, aku bersyukur bisa menunaikan shalat tarawih dan tadarus Al-Quran di sana. Dari masjid ini aku mulai mengenal anak-anak kecil yang sangat bersemangat dalam beribadah selama bulan Ramadhan berlangsung.

    Kedekatan itu akhirnya meluas, dari yang tadinya hanya mengenal anak-anak saja sekarang aku juga mengenal ibu-ibu dan bapak-bapak di sekitar masjid ini. Hingga tak terasa bulan puasa ini akan segera berakhir. Satu hari sebelum lebaran, salah satu ibu-ibu pengajian mengajakku untuk merayakan tasyakuran hataman Al-Quran selama kami tadarusan satu bulan full ini. Kami mulai dari membaca surat pendek, doa bersama dan diakhiri dengan makan bersama. Karena selama Ramadhan aku sudah sering berinteraksi dengan mereka jadi saat acara tasyakuran itu aku tidak lagi merasa canggung.



    Puasa kali ini pun memberikanku pengalaman baru yang berkesan, yaitu untuk kedua kalinya aku membayar zakat fitrah mewakili keluargaku. Pengalaman ini terasa berarti bagiku. Ternyata membayar zakat fitrah tidak semenakut kan yang dulu kubayangkan.

    Dulu aku merasa takut berada di tengah-tengah bapak-bapak. Namun sekarang justru dari merekalah aku banyak mendapatkan nasihat, petunjuk hidup dan ilmu bersosial. Usia mereka aku rasa tak jauh dari usia ayahku, jika seandainya ayah masih hidup. Ah membicarakan soal ayah, aku jadi merindukan ayahku. Ayah maaf ya yah sudah dua kali puasa aku tak berziarah ke rumah barumu. Tapi aku percaya meski jarak memisahkan kita, tapi doaku pasti akan sampai kepadamu aamiin. Semoga aku bisa segera menyelesaikan pendidikan ini dan diberi kemudahan dalam menuntut ilmu di kota orang ini. Sehingga saat tiba waktunya aku berziarah ke makam ayah aku sudah membawa gelar dokter di namaku dan ilmu yang bisa kubagikan kepada masyarakat luas aamiin. Meski jarak kita jauh aku selalu memandangi langit dan percaya ayah pasti menemaniku dari atas sana. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pulau Sembulang, Galang, Kota Batam

    Kepulauan Riau memiliki banyak sekali pulau-pulau indah di dalamnya. Salah satu alasanku mengambil universitas di Batam adalah karna ini...