Sabtu, 14 Februari 2026

Bukan Foto Random

   FOTO-FOTO INI AKU DOKUMENTASIKAN UNTUK BEBY WULANSUCI DAN HANYA BEBY SENDIRI YANG TAU ARTINYA. AKU MENCINTAIMU SANGAT MENCINTAIMU. JIKA TAK ADA YANG MENCINTAIMU TAK APA KARNA AKU SAJA SUDAH CUKUP. AKU TERAMAT SAYANG PADAMU. TUMBUH DAN BERSINARLAH DIMANAPUN KAMU BERADA.

Batam_14 Februari 2026




Kakak Pendamping

     Kali ini aku mendapatkan kesempatan berharga dalam hidupku. Aku diberi amanah menjadi kakak pendamping adik-adik yang nasibnya sama denganku. Aku mendapatkan kesempatan berharga ini dari Dompet Dhuafa Kepri, terima kasih banyak sudah memberikanku kesempatan berharga ini Dompet Dhuafa Kepri :)

    Aku mendapatkan bagian mendampingi  3 orang adik, adik yang pertama kelas 4 SD, adik yang kedua kelas 1 SMP, dan adik yang kedua kelas 3 SMP. Aku tak merasa sulit mendampingi mereka, terutama kedua adik perempuan yang notabennya mereka sudah dewasa dan mengerti apa saja yang akan mereka beli di Mall nanti. Kami diberikan uang yang harus kami habiskan untuk membeli keperluan penting yang mereka butuh kan. Kami membeli pakaian, sepatu sekolah, buku, keperluan asramah dan masih banyak lagi.



    Selama di Mall tak ada masalah mungkin hanya bingung saja karna adik lelaki yang aku dampingi ini sedikit pemalu, jadi aku harus ekstra sabar mendampinginya. Tetapi untungnya lama kelamaan ia mulai terbuka dan menjelaskan kepadaku apa saja yang ia butuh kan. Apakah aku cape? Jawabannya tidak karna aku senang melihat senyuman yang terukir di bibir manis mereka. Yaallah Ya Tuhanku berikanlah aku rezeki yang banyakkkkk sekaliii, Insyaallah akan aku gunakan hartaku untuk membantu banyak anak kecil seperti mereka dan seperti diriku ini yang harus kehilangan separuh sayap mereka atau bahkan keduanya. Karna aku tau bagaimana sulitnya menjalani kehidupan tanpa orang yang kita sayangi.

    Untuk adik-adikku ini semoga kalian diberi kekuatan, kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan aamiin. Semoga segala cita dan harap selalu menyertai kalian. Terima kasih sudah menjadi adikku meski hanya sehari semoga kenangan kita tak akan kita lupakan, see you.



Pulau Nguan, Kecamatan Galang, Kota Batam

    Hello...Aku mau cerita lagi entah percaya atau tidak kali ini aku mendatangi tempat seperti yang ada dimimpiku lagi, bedanya saat dimimpi aku seorang diri berdiri di depan sebuah bangunan sekolah SD yang entah ada di mana tapi yang pasti masih di Indonesia. Dimimpiku aku berdiri seorang diri menikmati bunga kembang sepatu dengan memandangi pemandangan indah dari samping bangunan sekolah. Mimpi itu sudah lama sekali dan kamu tau  mimpi itu terjadi pada tanggal 26 Desember 2025 bertepatan dengan hari Jumat. 

    Jadi begini ceritanya, aku masih bergulat dengan pekerjaanku sebagai pelayan di rumah makan. Saat itu waktu masuk kuliah tinggal 5 hari lagi, aku belum istirahat dan meluruskan otaku selama kuliah dan bekerja ini. Jadi aku menimbang-nimbang apakah aku berhenti saja atau aku lanjutkan saja pekerjaan ini sampai liburan kuliah ini selesai. Di saat bimbang itu Hp ku berdering, aku mendapatkan telepon dari Pak Esa bahwa ia sedang di Jawa dan tidak bisa menemani orang Singapura yang mengadakan agenda di Pulau. Pak Esa bertanya apakah aku mau ikut, tapi kalo mau aku di sana akan sendirian saja. Awalnya aku ragu, tapi karna aku belum libur selama ini dan aku sangat menyukai pulau-pulau baru dengan berani aku katan mau.

    Hari itu aku berpamitan untuk keluar dari pekerjaan, dan syukurnya diperbolehkan. Aku ingat sekali saat itu hujan, dan bertepatan dengan azan magrib. Malamnya aku mempersiapkan barang-barang yang aku butuh kan untuk esok harinya. Paginya aku mengendarai kendaraan kesayanganku menuju hotel untuk berkumpul dan brifing dengan orang Singapura. Di sana kami berkenalan dan saling bertukar kontak, hingga bis yang kami pesan tiba.

    Kami menikmati perjalanan panjang ini, aku menikmati suasananya dan bersyukur kepada ALLAH SWT Tuhanku yang amat baik. Aku sudah lama tidak jalan-jalan, aku hanya kuliah belajar kerja dan tidur, Tuhanku seakan memberikanku liburan gratis untukku. Kami akhirnya tiba di Pulau yang kami tuju dengan sebelumnya mengendarai prahu seharga Rp.10.000 per orang. Pulau ini namanya pulau Nguan. Kami disambut dan diarahkan ke tanah lapang. Oh iya kali ini aku tak memeriksakan kesehatan ya, karna ini acara orang Singapura dan aku hanya sebagai pendamping saja. 


    Di tanah lapang ini mereka mengadakan game untuk anak laki-laki yang seru-seru sekali. Dan untuk anak-anak perempuan akan di bawa ke SD untuk diajari materi dan diberikan permainan berhadiah. Nah mimpi itu terjadi di sini, saat aku menginjakkan kaki aku seakan merasa familiar seakan sudah pernah kudatangi sebelumnya tempat ini. Nah saat aku di panggil oleh Pak Hasan untuk melihat ombak di samping sekolahan aku baru sadar ini adalah lokasi yang ada di mimpiku, bedanya saat itu dimimpi aku berjalan seorang diri tapi di dunia nyata aku bersama banyak orang. Entah lah yang pasti saat itu aku seakan takjub dengan apa yang terjadi dengan semua ini. Mimpiku seakan membawa rohku berjalan-jalan dan beberapa waktu kemudian tubuhkulah yang mendatangi tempat itu. Ini beberapa tempat persis seperti yang ada di mimpiku :


    Terlepas dari mimpi yang menjadi kenyataan aku bersyukur sekali diberi kesempatan menginjakkan kaki ke tempat ini, aku mengenal banyak orang baru, teman baru, pengalaman baru, dan terpenting adalah aku bisa berlibur menikmati indahnya lautan biru yang terhampar di depan sana. Terima kasih Pak Esa, terima kasih Pak Hasan dan terima kasih untuk orang-orang Singapura yang sudah memberikan kesempatan kepadaku menikmati pengalaman ini. Semoga Tuhanku yang Maha Baik selalu melindungi kalian semua aamiin. Oh iya terima kasih juga Pulau Nguan sudah mengizinkanku menginjak kan kaki di tanahmu. Kamu indah sangat indah.


    

Selasa, 03 Februari 2026

Pekerjaan Pertama

     Menjadi anak rantau mengajarkanku banyak hal, mengajarkanku caranya bangkit sendiri, mengatur keuangan sendiri, dan banyak hal lain lagi yang harus aku lakukan sendiri. Di perantauan ini aku merasakan rasanya gemetar menahan perut yang sudah lapar sejak siang tadi. Aku menyadari ternyata makanan yang dulu aku anggap biasa saja, saat dirantau justru harta yang berharga.

    Hari itu bertepatan dengan hari kamis dimanah aku sedang puasa, karna tidak ada makanan untuk berbuka puasa aku memberanikan diri melamar pekerjaan menjadi waiters di rumah makan di dekat kampusku. Aku bekerja dari jam 10 pagi sampai azan maghrib. Aku menikmati pekerjaan itu, aku melayani pembeli, membuat minuman, membersihkan meja, mencuci piring, menghangatkan makanan dan memotong bawang dan cabai. Aku menjalaninya dengan senang hati, karna dari sini aku banyak mengetahui bumbu-bumbu dapur dan juga aku mendapatkan banyak pelajaran berharga. 

    Ternyata saat kita menjadi seorang yang menurut orang lain pekerjaannya tidak ada harganya, kita akan diperlakukan sebelah mata. Banyak sekali orang yang sombong, angkuh dan merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain, dan ada juga orag yang baikkk sekali. Dari pekerjaan ini juga aku baru menyadari ternyata perjuangan menjadi seorang ayah itu tidak main-main. Kamu tau rumah makan tempatku bekerja ini dekat sekali dengan proyek pembangunan. Aku melihat banyak sekali bapak-bapak yang makan secukupnya demi bisa dikirim ke keluarganya di desa, banyak bapak-bapak yang memilih makan satu kali sehari, berjalan jauh asal bisa menyisihkan uangnya demi keluarga. 

    Awalnya aku mengira hidupku saja yang berat, tapi saat aku bekerja menjadi pelayan di rumah makan ini aku baru sadar bahwa banyak yang lebih susah hidupnya dari kita. Tapi mereka tidak berisik mereka diam dan menikmati hidupnya dengan hati yang ikhlas. 

    Entah muncul keinginan dari mana ada rasa pedih dalam hatiku, aku ingin sekali menjadi kaya raya, setidaknya hartaku itu bisa aku manfaatkan untuk membantu orang-orang yang kelaparan seperti aku saat ini mahasiswa yang kelaparan, para pekerja yang tak di gajih, para ayah yang berjalan jauh demi mendapatkan kosan yang murah, para ibu yang menahan rasa malu mencari botol demi sesuap nasi untuk anaknya. Dan masih banyak lagi kisah menyedihkan dibalik kurangnya harta.

    Dari pengalaman bekerja ini aku belajar caranya bersyukur dan belajar bahwa saat kita memiliki banyak harta usahakan membantu orang lain, karna di setiap harta kita ada rezeki mereka yang ALLAH SWT titipkan melalui kita. Ya Allah Ya Tuhanku jadikan hambamu ini orang yang kaya, kaya harta, kaya ilmu dan kaya akan hati. Agar kelak dengan kekayaan itu banyak orang yang terbantu aamiin.








FATAMORGANA


 

















    


 Aku bagaikan jiwa yang berjalan dalam untaian kaca yang tak berujung. Menggenggam raga dan bersandar pada nafas yang mulai hilang. Pedihnya mata tak sepedih hati yang menopangku berulang kali tuk berdiri. Hembusan angin malam yang dingin tak membekukan jiwa ini, rembulan yang menemaniku berjuang seakan bosan mendengar celotehan dari mulut yang hampir mati. Aku jiwa yang berkelana pada masa depan yang belum pasti. Aku jiwa yang mengundi nasib dengan doa dan usaha. Aku jiwa yang meminum air mata dalam perjalanannya. Aku jiwa yang mengikat perut demi isi otak yang kenyang. Aku jiwa yang mati rasa akan cinta yang tak ada faedahnya. Aku jiwa yang mulai sadar bahwa uang adalah segala-galanya. Aku jiwa yang menyadari aku hidup sendiri dan mati juga sendiri. Aku jiwa yang berpegang teguh pada Tuhanku Yang Maha Segalanya. Aku jiwa yang tuli tak menghiraukan cacian merdu dari mulut pada pendusta. AKU BERJANJI AKAN MENCITAI DIRI INI APAPUN YANG TERJADI DIDEPAN SANA. AKU BERJANJI AKAN MENJADIKAN HARTA DAN ILMUKU UNTUK MEMBANTU MANUSIA YANG PERNAH ADA DIPOSISIKU. AKU MANUSIA YANG PERCAYA TUHANKU AKAN BERSAMAKU DALAM SUKA MAUPUN DUKAKU. AKU ANAK MANUSIA BERJANJI AKAN HIDUP LEBIH LAMA LAGI DAN LEBIH BAHAGIA SERTA MENEBAR BANYAK MANFAAT PADA ANAK-ANAK MANUSIA YANG LAINNYA.


Bukan Foto Random

   FOTO-FOTO INI AKU DOKUMENTASIKAN UNTUK BEBY WULANSUCI DAN HANYA BEBY SENDIRI YANG TAU ARTINYA. AKU MENCINTAIMU SANGAT MENCINTAIMU. JIKA...