Sabtu, 17 Januari 2026

Pulau Sembulang, Galang, Kota Batam

    Kepulauan Riau memiliki banyak sekali pulau-pulau indah di dalamnya. Salah satu alasanku mengambil universitas di Batam adalah karna ini. Aku sangat menyukai pulau-pulau baru yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Dan syukur alhamdulillah Allah SWT memberikanku kesempatan. Kali ini Dompet Dhuafa Kepri dan Yatim Mandiri bekerja sama memberikan bantuan sembako, kesehatan, ilmu dan lain sebagainya. Dan kali ini aku diberikan kesempatan untuk memeriksakan kesehatan masyarakat yang ada di pulau Sembulang, Galang, Kota Batam. Bertepatan dengan hari Minggu tanggal 09 November 2025.

    Pagi itu aku mengendarai kendaraanku menuju asrama kampus untuk menitipkan kendaraanku. Kemudian setelah itu aku dijemput temanku dan kami bersama-sama menuju kantor Yatim Mandiri untuk berifing, berdoa dan berangkat bersama. Pagi itu hujan turun sedikit demi sedikit tetapi cukup lama. Kami ragu apakah hujannya akan reda atau mungkin ber tambah lebat. 

    Kami di perjalanan berdoa semoga diberikan kelancaran dan keselamatan karna jarak yang kami tempuh cukup jauh, belum lagi untuk sampai ke pulau kami harus menaiki perahu. Semoga semuanya diberi kelancaran aamiin. 

    Mobil sedari tadi melaju melewati jembatan, rumah warga, kebun hingga masuk ke dalam hutan yang tak berpenghuni. Jalanan saat itu licin dan hujan belum reda juga. Perjalanan ini sangat jauh mungkin jika menaiki kendaraan roda dua aku yakin punggungku rasanya mau patah. Tak terasa kami sudah sampai di pelabuhan. Saat itu sudah ramai orang-orang yang juga ingin menyeberang ke pulau yang ada di seberang. Karena menunggu hujan reda dan juga menunggu kapal datang maka banyak penumpang yang masih berada di pelabuhan.



    Alhamdulillah hujan sedikit reda dan kami mulai menaiki perahu yang sudah kami nanti sedari tadi. Perahu mulai meninggalkan pelabuhan, berlayar perlahan menembus ombak lautan dan hujan yang masih awet sedari tadi. Aku menikmati suasa ini. Birunya lautan, suara mesin perahu yang berderu, indahnya ombak yang menemani perjalanan ini aku menyukainya. Hingga di tengah lamunan perahu kami sampai di pulau tujuan kami.



    Kami disambut dengan baik oleh masyarakat dan tokoh adat yang ada di sana. Kami memasuki surau yang akan menjadi tempat kami memeriksakan kesehatan. Kami mulai dari pembukaan, tilawah Al-Quran, dan ditutup dengan doa. Kami mulai berpencar sesuai dengan tugas kami masing-masing. Ada yang memeriksakan tinggi badan, berat badan, tes buta warna, pemeriksaan mata anak-anak, pemberian obat-obatan dan vitamin, dan aku mendapatkan kesempatan mengecek tekanan darah ibu-ibu dan bapak-bapak yang ada di sana, dan teman di sebelahku mengecek gula darah dan juga asam urat ibu dan juga bapak-bapaknya.




    Pemeriksaan ini disambut baik alhamdulillah terima kasih Yaallah telah memberikan kelancaran kepada kami selama pemeriksaan ini.

    Oh iya selagi kami memeriksakan kesehatan, abang dan kakak-kakak Yatim Mandiri juga mengadakan games dan memberikan hadiah kepada anak-anak di pelataran masjid ini. Dan sisanya memberikan sembako kepada warga masyarakat yang ada di sana. Kemudian karna waktu sudah menunjukkan shalat zuhur maka kami tutup dengan shalat berjamaah. Saat aku baru saja selesai berdoa tiba-tiba temanku bilang untuk segera keluar karna masih banyak masyarakat di sana yang belum di cek kesehatannya karna mereka baru pulang dari ladang.



    Aku mulai pemeriksaan ternyata kebanyakan masyarakat di sana mengalami hipertensi dan juga asam urat aku menebak mungkin ini ada kaitannya dengan makanan mereka. Saat itu aku hendak bertanya kepada Google tapi ternyata internet di sana tidak ada. Jadi aku memberikan edukasi rill menggunakan otakku sendiri mengikuti materi yang pernah aku dapatkan di perkuliahan. Meski tak seberapa aku harap informasi yang kuberikan dapat membantu mereka dalam menjaga pola hidup sehat.



    Kemudian setelah selesai pemeriksaan kami menyempatkan untuk berfoto bersama. Saat itu salah satu orang yang dihormati di sana mengajak kami ke rumahnya untuk makan. Kami kemudian berangkat bersama ke rumah bapak tersebut, ternyata teman-teman kami yang lain sudah di sana sedari tadi. Kami diberi makan blekutak, ikan asam manis, ikan asin dan masih banyak lagi. Aku sangat menyukai masakannya, ini benar-benar seleraku.

    Karna di dalam rumah sudah penuh dan kami datang telat maka kami memutuskan untuk makan di luar, saat sedari tadi kami makan kami baru sadar di samping kami duduk ini adalah makam. Kami meminta maaf kepada istri tetua kampung yang memberikan kami makan karna kami tak tau bahwa ini makam. Kata ibu itu tak apa karna luas tanah yang sedikit di pulau ini maka sudah biasa masyarakat di sini hidup berdekatan dengan pemakaman.

    Karna prahu yang kami pesan sudah sampai dan makanan kami sudah habis, maka kami berpamitan kepada ketua kampung, istrinya, dan masyarakat yang ada di sana. Saat hendak menuju prahu kami juga menyembatkan berfoto bersama anak-anak yang ada di sana. Saat aku berdiri berfoto di posisi ini aku baru menyadari ini persis seperti dimimpiku aku yakin aku tak mengkhayal, pohon ini, pasir putih ini, lapangan ini persis dengan yang ada dimimpiku. Sudah dua kali aku begini apakah mimpiku selalu memberikanku pertanda lokasi yang akan aku kunjungi? Atau mungkin hanya perasaanku saja yang mengaitkannya dengan mimpiku? Entahlah yang pasti aku bersyukur bisa menginjakkan kaki di sini dan bisa mengenal orang-orang baru yang baik dan menerimaku dengan hangat.



    Terima kasih Yaallah atas segala nikmat dan karunia yang telah Engkau berikan. Aku hambamu memohon perlindungan Mu di manapun hamba-Mu ini berada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pulau Sembulang, Galang, Kota Batam

    Kepulauan Riau memiliki banyak sekali pulau-pulau indah di dalamnya. Salah satu alasanku mengambil universitas di Batam adalah karna ini...