Ini keesokan harinya setelah kegiatan dari Hotel Santika. Aku kali ini mendapatkan kesempatan memeriksakan kesehatan di Masjid Agung Kota Batam yang saat itu bertepatan dengan hari santri. Kali ini aku memeriksakan kesehatannya seorang diri, karena tadinya ada salah satu dokter yang akan mendampingiku memeriksakan kesehatan tetapi karna dokter tersebut berhalangan maka aku memeriksakan pasien seorang diri, untungnya istri Paee berkenan untuk membantuku.
Pemeriksaan kali ini tak seramai biasanya, aku rasa karna lokasinya yang sedikit jauh dari pelataran masjid dan juga kondisi cuaca yang panas membuat bapak-bapak, dan ibu-ibu agak sedikit malas memeriksakan kesehatan mereka. Padahal kami sudah memberikan informasi kepada penyelenggara acara ini bahwa pemeriksaan kami gratis tidak dipungut biaya sepeser pun.
Saat itu aku rasa ada 15 atau mungkin lebih yang memeriksakan kesehatan. Karena waktu juga sudah menunjukkan waktu zuhur maka kami membereskan perlengkapan kami kemudian Shalat. Saat hendak pulang Paee dan istrinya memberikanku makanannya yang cukup banyak. Aku sudah menolak tapi Paee dan istrinya bilang tidak apa-apa dibawa saja untuk makan di kosan. Aku pun menerimanya dan mengucap syukur kepada Tuhanku yang sudah memberikanku rezeki hari ini. Karena bagi anak kosan sepertiku ini, makanan adalah segalanya heheh.
Dulu saat masih tinggal di rumah mengapa aku malas makan ya? Kenapa nikmat makanan justru muncul saat aku sudah merantau dan tinggal sendirian. Jika tau makanan dan uang itu sangat sulit dicari aku tak akan menyia-nyiakan makanan yang dimasak Ibuku. Ah aku jadi ingat nasihat bahwa penyesalan itu adanya di akhir dan sekarang aku merasakan penyesalan itu :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar